Semakin berkembangnya zaman manusia sangat bergantung pada internet terutama sosial media, tentu kasus - kasus peretasan dan sabotase IT banyak terjadi. Untuk itu kita harus senantiasa menjaga dan melindungi privasi akun kita, jangan sampai bocor sehingga nantinya penggunaan secara tidak sah dapat dihindari.

Akhir - akhir ini kasus peretasan database perusahaan - perusahaan besar marak terjadi, para peretas jahat kemudian menjual data tersebut di situs gelap ataupun diekspos ke publik. Data - data ini kadang digunakan untuk keperluan politik, intelijen ataupun penggunaan transaksi ilegal dengan kartu kredit maupun e-commerce. Perusahaan - perusahaan yang pernah menjadi target peretasan seperti Tokopedia dan Bukalapak contohnya yang pernah diretas pada 2019 dan 2020. Jika anda pernah mendaftar di situs yang pernah diretas tersebut, maknanya ada kemungkinan data anda sudah terekspos ke publik ataupun dijual di forum gelap. 

Sebenarnya masih banyak lagi situs - situs besar yang terkena dampak peretasan besar, yang nantinya disalahgunakan. Seperti Adobe pada Tahun 2013, Canva, Edmodo dan lain sebagainya. Namun anda jangan khawatir kita bisa tau bagaimana caranya untuk memastikan data kita pernah menjadi korban peretasan atau tidak.
 

Haveibeenpwned.com adalah sebuah situs yang aktif mereport dan melaporkan kebocoran data, anda bisa mengakses situs tersebut kemudian memasukkan alamat email milik anda. 


Sebagai contoh saya memasukkan email disini, dan situs menunjukkan indikasi pernah terjadinya kebocoran.
 


Bahkan ironisnya, email yang saya masukkan memiliki kebocoran plaintext yang dapat dilihat oleh orang banyak. Secara kontan di pastebin, email dan password tertulis di sana bersama dengan data - data pengguna lain yang ikut bocor bersama email ini.


Beruntung pihak pastebin bersama dengan polisi siber sudah menghapus data - data tersebut, namun tetap saja data - data tersebut mengalami kebocoran. Bisa jadi bukan hanya di pastebin namun juga di darknet yang menjadi tempat jual beli data ilegal untuk keperluan intelijen dan kampanye politik.

Untuk mentackle hal tersebut, takut akan terjadinya penyalahgunaan akun yang tidak terotorisasi saya sarankan anda mengganti password akun dari situs - situs yang terkait dengan email anda secara berkala.